RSS

Acara 1 : KADAR LENGAS TANAH

11 May

ACARA I
KADAR LENGAS TANAH

ABSTRAKSI
Praktikum kadar lengas tanah dilakukan pada hari Jumat, 4 Maret 2011 di Laboratorium Tanah Umum, Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Kadar lengas tanah sering disebut sebagai kandungan air yang terdapat dalam pori tanah. Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah 6 buah botol timbang. Contoh tanah Ø 2mm, Ø 0,5mm, dan bongkah, timbangan dan oven. Metode yang digunakan adalah gravimetris yaitu menghitung selisih berat lengas antara sebelum dan setelah dikeringkan. Hasil dari pengukuran kadar lengas adalah Entisol yang memiliki diameter 0,5mm, KL 1,41% Ø 2mm, KL 1,85% dan bongkah 1,98%. Vertisol diameter 0,5mm KL 8,62%, Ø 2mm 9,07% dan bongkah 7,23 %, Rendzina Ø 0,5mm KL 13,27% , Ø 2mm KL 13,20% dan bongkah 13,16 %, Ultisol Ø 0,5mm KL 13,59%, Ø 2 mm 8,98%, dan bongkah 10,3 %.

PENDAHULUAN.
Latar Belakang.
Tanah merupakan bahan alam yang memiliki wujud tersendiri. Dalam kehidupan sehari – hari tanah sangat dibutuhkan. Selain sebagai tempat berpijak, tanah merupakan media tanam bagi tumbuhan. Tanah terdiri dari empat komponen utama yaitu bahan mineral, bahan organik, udara, dan air tanah.
Tanah sering dikatakan memiliki fungski yang multidimensional. Oleh sebab itu sering timbul masalah yang berkaitan dengan tanah yaitu ketersediaan tanah terbatas sedangkan penggunaan semakin luas sehingga terjadi penurunan kualitas air tanah. Analisis tanah dapat berupa pengukuran kimiawi,fisika, dan biologi yang bertujuan untuk memahami sifat tanah dan kesesuaiannya untuk pertumbuhan tanaman,
Tanah dipengaruhi oleh proses gabungan anasir alami yaitu bahan induk, iklim, topografi, dan organisme yang bekerja pada waktu tertentu. Pengaruh tersebut mengakibatkan kenampakan dan sifat-sifat tanah didaerah tertentu berbeda dengan daerah lain. Dengan kata lain oleh karena intensitas faktor – faktor pembentukan tanah antar daerah satu dengan yang lain berbeda, makan tanah yang terbentuk juga berbeda.
Dalam suatu pandang tanah sebagai medium untuk pertumbuhan tanaman, Lengas tanah yang merupakan salah satu sifat fisik tanah sangat berperan penting dalam menjaga kelembapan tanah. Lengas menyusun dua per tiga bagian dari pori – pori tanah pada suhu kamar dan menjadi satu pertiga baguan jika suhu meningkat. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai kadar lengas sangatlah penting.

Tujuan
Praktikum Dasar – dasar Ilmu Tanah yang berjudul kadar lengas ini bertujuan untuk mengetahui kadar lengas kering angin pada beberapa jenis tanah serta faktor – faktor yang mempengaruhi.

TINJAUAN PUSTAKA
Lengas tanah adalah air yang terdapat dalam tanah yang terikat oleh berbagai kakas (matrik,osmosis, dan kapiler). Kakas ini meningkat sejalan dengan peningkatan permukaan jenis zarah dan kerapatan muatan elektrostatik zarah tanah. Tegangan lengas tanah juga menentukan beberapa banyak air yang dapat diserap tumbuhan. Bagian lengas tanah yang tumbuhan mampu menyerap dinamakan air ketersediaan (Notohadiprabowo,2006).
Keberadaan lengas tanah dipengaruhi oleh energi pengikat spesifik yang berhubungan dengan tekanan air. Status energi bebas (tekanan) lengas tanah dipengaruhi oleh perilaku dan keberadaannya oleh tanaman. Lengas tanah dipengaruhi oleh keberadaan gravitasi dan tekanan osmosis apabila tanah dilakukan pemupukan dengan konsentrasi tinggi (Bridges, 1979).
Di dalam tanah, air berada di dalam ruang pori diantara padatan tanah. Jika tanah dalam keadaan jenuh air, semua ruang pori tanah terisi air. Dalam keadaan ini jumlah tanah yang disimpan didalam tanah merupakan jumlah air maksimum disebut kapasitas penyimpanan air maksimum. Selanjutnya jika tanah dibiarkan mengalami pengeringan, sebagian ruang pori akan terisi udara dan sebagian lainnya terisi air. Dalam keadaan ini tanah dikatakan tidak jenuh (Hillel,1983).
Di dalam tanah air dapat bertahan tetap berada di dalam ruang pori karena adanya berbagai gaya yang yang bekerja pada air tersebut. Untuk dapat mengambil air dari rongga pori tanah diperlukan gaya atau energi yang diperlukan untuk melawan energi yang menahan air. Gaya – gaya yang menahan air hingga bertahan dalam rongga pori berasal dari absorbsi molekul air oleh padatan tanah, gaya tarik menarik antara molekul air, adanya larutan garam dan gaya kapiler (Yong et al.,1975).
Jumlah air tanah yang bermanfaat untuk tanaman mempunyai batas – bata tertentu. Seperti pada kekurangan air, kelebihan air dapat merupakan kesukaran. Air yang kelebihan itu tidaklah beracun, akan tetapi kekurangan udara pada tanah – tanah yang tergenanglah yang menyebabkan kerusakan. Tanaman dapat ditanam dengan memuaskan dalam larutan air bila aerasi diberikan dengan baik (Kelly,2002).
Dalam kaitanya dengan daya penyimpanan air, tanah pasiran mempunyai daya pengikat terhadap lengas tanah yang relative rendah karena permukaan kontak antara tanah pasiran ini didominasi oleh pori – pori mikro satu. Oleh karena itu, air yang jatuh ketanah pasiran akan segera mengalami perkolasi dan air kapiler akan mudah lepas karena evaporasi (Mukhid,2010).

METODOLOGI
Praktikum Dasar – dasar Ilmu Tanah yang berjudul “ Kadar lengas” ini dilaksanakan pada hari Jumat 4 Maret 2011 di Laboratorium Tanah Umum. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Entisol,Rendzina,Ultisol,Alfisol dan vertisol dengan masing – masing tanah terdiri dari tiga ukuran diameter yaitu Ø 2mm, Ø 0,5mm, dan bongkah. Adapun alat yang digunakan adalah 6 botol timbang, timbangan, oven, penjit botol timbangan, dan desikator.
Mula – mula ditimbang 6 botol timbang kosong tertutup (a gram) kemudian diisi tanah sepertiga volume dengan contoh tanah untuk tiap – tiap ukuran dengan dua kali ulangan. Setelah itu ditimbang botol yang telah berisi tanah tersebut lengkap dengan tutupnya (b gram) keenam botol tersebut masing – masing diberi label dan kemudian dimasukkan ke dalam oven dengan tutup botol sedikit terbukadengan suhu 105ºC – 110ºC selama minimum 4 jam. Setelah itu, botol dikeluarkan dari oven. Botol ditutup serapat mungkin dan dibiarkan dingin dalam desikator (15menit). Lalu masing- masing botol ditimbang dalam keadaan tertutup rapat (c gram). Data tersebut digunakan dalam perhitungan dan hasilnya dapat digunakan untuk menggunakan kadar lengas tanah. Rumus perhitungan kadar lengas :

KL = [ ((b-c))/((c-a))] X 100%
Dimana : (b-c) adalah berat lengas tanah.
(c-a) adalah berat tanah kering mutlak.

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN.
Hasil Pengamatan
Jenis Tanah Kadar Lengas % Pada Tiap Diameter
0.5 mm 2 mm CT Bongkah
Entisol 1,41% 1,85% 1,98%
Rendzina 13,27% 13,20% 13,16%
Ultisol 13,59% 8,98% 10,3%
Vertisol 11,59% 10,702% 11,36%
Alfisol 8,62% 9,07% 7,23%

Contoh perhitungan
KL = [ ((b-c))/((c-a))] X 100%
Dimana : KL : Kadar Lengas
(b-c) adalah berat lengas tanah.
(c-a) adalah berat tanah kering mutlak.

Vertisol
a.Diameter 0,5 mm
Ulangan 1
KL = (61,84-60,29)/(60,29-46,80) X 100% = 11,489%
Ulangan 2
KL = (60,65-59,11)/(59,11-45,96) X 100% = 11,71%
KL rata – rata = = (11,489+11,71)/2 X 100% = 11,59%

b. Diameter 2mm
Ulangan 1
KL = (50,37-48,95)/(48,95-35,62) X 100% = 10,65%
Ulangan 2
KL= (55,73-54,13)/(54,13-39,24) X 100% = 10,75%
KL rata – rata = = (10,65+10,75)/2 X 100% = 10,702%

c.Tanah bongkah
Ulangan 1
KL = (62,91-61,27)/(61,27-46,81) X 100% = 11,34%
Ulangan 2
KL = (65,96-64,32)/(64,32-49,91) X 100% = 11,38%
KL rata – rata = = (11,34+11,38)/2 X 100% = 11,36%

Pembahasan
Pada praktikum ini diamati kadar lengas suatu jenis tanah. Kadar lengas itu sendiri adalah kandungan uap air yang terdapat pada pori tanah. Dalam praktek keseharian antara pengertian lengas tanah adalah air dalam bentuk campuran antara gas dan cair. Faktor-faktor kandungan lengas dalam tanah dipengaruhi oleh analisis iklim, kandungan bahan organik, dan bahan penutup tanah (organik maupun anorganik).
Didalam bidang pertanian, pemahaman tentang kadar lengas sangat penting karena lewat proses pengaturan lengas ini akan dikontrol juga serapan hara dan pernapasan akar-akar tanaman. Dari kadar lengas juga dapat diketahui kapasitas lengas maksimum suatu tanah. Manfaatnya adalah dapat digunakan untuk menduga kehilangan air selama pengairan dan daya simpan lengas juga dapat diketahui.
Kadar lengas dapat diketahui dengan menggunakan berbagai macam metode, antara lain: gravimetris, tensiometer, pancaran neutron, dan kalsium. Metode ini masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan. Metode gravimetris yaitu menghitung selisih berat lengas antara sebelum dan setelah dikeringkan, namun dalam pemakaiannya timbangan harus sensitive karena diperlukan ketelitian yang tinggi dalam baca data agar hasil tidak salah dan menyimpang. Untuk itulah, diperlukan timbangan yang sama untuk a,b, dan c dalam menimbang berat, keunggulannya harganya murah dan dalam menentukan nilai berat suatu percobaan akan lebih cepat. Metode tensiometer yaitu mengkalibrasikan antara ketinggian air raksa dalam kelemahannya yang terdesak oleh air dalam tanah dengan kurva standard, kelemahannya adalah harus dengan kurva standard dan butuh waktu lama dalam pengukurannya. Keunggulannya dapat melihat fluktuasi air tanah. Pancaran neutron digunakan untuk menghitung partikel neutron yang tertabrak oleh air tanah dan tercatat oleh detektor tetapi detektor harus sensitif dan harganya sangat mahal, kelebihan yang dimiliki adalah metode ini hasilnya sangat rinci. Metode kalsium adalah kandungan lengas terukur yaitu tekanan yang dicatat oleh manometer akibat desakan gas hasil reaksi antara bahan karbit dengan air tanah, dan lain-lain, kelemahan dari metode ini, kadar yang kecil tidak dapat terdeteksi dan keunggulannya murah. Serta dapat dilakukan langsung dilapangan, dari semua metode yang digunakan dalam praktikum pengukuran kadar lengas ini adalah metode gravimetris. Alasannya karena metode ini lebih cepat dan murah. Akan tetapi penimbangannya harus dilakukan seteliti mungkin sebab jika terjadi kekeliruan dalam penimbangan maka hasil akan menyimpang dari tensi. Jenis tanah yang dibandingkan adalah tanah Entisol, Alfisol,Rendzina,Vertisol, dan Ultisol.
Dari hasil praktikum didapat pada ukuran tanah Ф 0,5mm, kadar lengas tertinggi pada tanah Ultisol, sedangkan yang terendah terdapat pada jenis tanah Entisol. Untuk tanah Ultisol kadar lengas rata-rata kedua ulangan adalah 13,59% , sedangkan kadar lengas kedua ulangan tanah Entisol adalah 1,41%. Untuk jenis tanah yang lain adalah Vertisol, Rendzina, dan Alfisol adalah masing-masing 11,59% , 13,27%, dan 8,62%.
Pada ukuran tanah Ф 2mm, kadar lengas tertinggi terdapat pada tanah Rendzina 13,20% sedangkan yang terendah terdapat pada jenis tanah Entisol 1,85% . Untuk jenis tanah yang lain, kadar lengas rata-rata yang dimiliki yaitu Vertisol, Alfisol, dan Ultisol adalah masing-masing 10,702%, 9,07%, dan 8,98%.
Pada pengamatan terakhir yaitu pada tanah bongkah, kadar lengas tertinggi pada tanah Rendzina yaitu 13,16% dan terendah adalah tanah Entisol yaitu 1,98%. Untuk jenis tanah yang lain adalah Vertisol 11,36%, Alfisol 7,23%, dan Ultisol 10,3%.
Faktor yang menyebabkan kadar lengas Entisol rendah karena umur tanah yang relatif muda sehingga kandungan organik dan lempung belum terbentuk secara mencukupi. Entisol juga merupakan tanah yang memiliki kandungan lempung rendah dan didominasi oleh pasir. Entisol memiliki tekstur yang kasar dan ukuran butir tanahnya besar menjadikan luas permukaan jenis tanah tersebut sempit, sehingga kemampuannya untuk mengikat air juga rendah. Pada Entisol, sifat fisiknya lebih mendekati kaolinit daripada montmorrilonit. Kontak air dengan tanah rendah karena permukaan kontak antara tanah pasiran didominasi pori-pori makro 1. Oleh karena itu, air yang jatuh mengalami perkolasi dan air kapiler mudah lepas karena adanya evaporasi.
Pada Rendzina diperoleh nilai KL pada tanah dengan Ф 0,5mm sebesar 13,27%, Ф 2,0mm sebesar 13,20% dan bongkah tanah sebesar 13,16%. Hal ini disebabkan karena Redzina merupakan tanah dengan perkembangan horizon permukaan kaya akan bahan organik yang membentuk epipedon molik diatas bahan induk kapur, yang memiliki tekstur lempungan dan mengandung sifat porositas tinggi, sirkulasi udara kurang lancar dan mempunyai kemampuan menyimpan air dan hara yang tinggi.
Pada Alfisol, nilai KL yang diperoleh pada Ф 0,5mm adalah 8,62%, pada Ф 2,0mm adalah 9,07%,dan pada bongkah adalah 7,23%. Alfisol memiliki kadar Fe yang tinggi dan bahan organik yang rendah sehingga berwarna merah mengkilat, bereaksi alkalis, bertekstur geluh dan mengandung konkresi Ca dan Fe. Biasanya bahan induk tanah Alfisol ini kaya akan kapur dan mengandung konkresi kapur dan besi, sehingga diduga tempat terbentuknya dalam keadaan arid dan semi arid dengan sifat semihumid. Sehingga tingkat permeabilitasnya tinggi ciri tanah ini mudah diolah, permeabel, dan memiliki kadar air yang cukup tinggi dan jenis tanah Alfisol ini memiliki kandungan debu dan lempung yang dapat menahan dan menyimpan air.
Nilai KL pada Ultisol dengan Ф 0,5mm adalah 13,59%, Ф 2,0mm sebesar 8,98% dan tanah bongkah 10,3%. Ultisol ini terakumulasi dari lempung dengan kandungan basah yang rendah dan biasanya lembap. Ciri umum tanah ini adalah tekstur lempung sampai geluh, struktur remah sampai gumpal lemah dan konsistensi gembur. Jenis Ultisol merupakan tanah dengan struktur remahan sehingga kemampuan menahan air dalam tanah lebih lama dibanding tanah yang bertekstur pasiran.
Jenis Vertisol merupakan tanah lempung berwarna kelam yang bersifat fisik berat. Ciri tanah ini sebagai berikut : mengandung kapur, koefisien pemuaian dan pengerutan tinggi jika dirubah kadar airnya, konsistensinya liat, bahan induk kedap air. Kandungan bahan organik antara 1,5 sampai 4%. Jenis lempung yang terbanyak montmorilonit, sehingga mempunyai daya adsorbsi tinggi, dalam pengujian kadar lengas dengan tanah Ф 0,5mm adalah 11,59%, Ф 2,0mm adalah 10,702% dan bongkah tanah sebesar 11,36%. Oleh karena jenis tanah ini mempunyai daya adsorbsi tinggi maka ketika disiram air pada tanah ini air tidak langsung merembes tapi sebagian tersimpan dalam pori tanah.
Dari hasil pengamatan dapat terlihat bahwa kadar lengas pada masing-masing jenis tanah berbeda satu sama lainnya. Untuk ukuran Ф0,5mm urutan kadar lengas terkecil sampai tertinggi adalah Entisol < Alfisol < Vertisol < Rendzina < Ultisol. Untuk Ф2mm dari yang terkecil sampai yang tertinggi adalah Entisol < Ultisol < Alfisol < Vertisol < Rendzina. Untuk tanah bongkah urutan dari yang terkecil sampai yang terbesar adalah Entisol < Alfisol < Ultisol < Vertisol < Rendzina.
Kadar lengas berbagai jenis tanah dapat berbeda dengan teori disebabkan oleh faktor relief yang berpengaruh pada kecepatan tanah dalam kehilangan lengasnya. Selain itu disebabkan oleh faktor curah hujan yang berhubungan dengan evaporasi yang membuat tanah mengalami deficit kadar lengas maupun surplus dan juga dipengaruhi faktor kandungan bahan organik dan lempung berperan dalam penyimpanan air. Tanah yang memiliki kadar lengas tinggi baik digunakan sebagai lahan pertanian. Sedangkan tanah yang memiliki kadar lengas rendah untuk mengatasinya digunakan musia untuk mengurangi penguapan, sehingga kadar lengasnya dapat dipertahankan.

V. KESIMPULAN
1. Kadar lengas adalah kandungan uap air yang terdapat dalam pori tanah
2. Manfaat kadar lengas adalah mengetahui kebutuhan air untuk persawahan dan proses irigasi, mengetahui kemampuan jenis tanah mengenai daya simpan air , dan perhitungan Nilai Perbandingan Dispersi (NPD)
3. Faktor yang mempengaruhi kadar lengas tanah yaitu iklim, kandungan bahan organik, fraksi lempung tanah, topografi, dan adanya bahan penutup tanah (organik maupun anorganik)
4. Nilai kadar lengas untuk Ø0,5 mm ,Ø 2mm, dan tanah bongkah, masing – masing jenis tanah berbeda, pada tanah Alfisol 8,62% , 9,01%,7,23%, Entisol 1,41%, 1,85%, 1,98%, Vertisol 11,59%,10,702%,11,46%, Rendzina 13,27%, 13,20%, 13,16%, dan Ultisol 13,59% , 8,98%, 10,3%.

DAFTAR PUSTAKA

Bridges,E.M.1979. World Soils. Cambridge Univ.Press.Cambridge,New York.

Hillel,D.1983.Fundamental of Soil Physic.Academic Press.New York.

Kelly,J.F.2002. Holticultural crops as sources of protein and amino acids.Hortsci 7:11-13.

Mukhid,S.2010.Pengaruh Pemberian Lapisan Lempung Terhadap Peningkatan Lengas Tanah Pada Lahan Berpasir. Info Perpustakaan : Jurnalsaint dan Teknologi Diakses tanggal 9 Maret 2011.

Notohadiprawiro,T.2006. Pendayagunaan Pengelolaan Tanah untuk Proteksi Lingkungan.
Jurnal Ilmiah STTL 4:11-26.

Yong,R.N and B.P Warkentin.1975. Soil Properties and Behaviour. Elsevier, Amsterdam.

Lampiran Perhitungan
1.Tanah Entisol
a.Diameter 0,5mm
KLrata-rata = (51,15-50,95)/(50,95-36,76) X 100% = 1,41%
b.Diameter 2mm
KLrata-rata = (36,69-36,47)/(36,47-24,61) X 100% = 1,85%
c.Tanah Bongkah
KL rata – rata = = (64,27-63,93)/(63,93-46,72) X 100% = 1,98%

2.Tanah Mollisol
a.Diameter 0,5mm
KLrata-rata = (31,03-29,58)/(29,58-18,66) X 100% = 13,27%
b.Diameter 2mm
KLrata-rata = (56,48-54,82)/(54,82-42,25) X 100% = 13,20%
c.Tanah Bongkah
KL rata – rata = = (36,15-35,23)/(35,23-28,84) X 100% = 13,16%

3.Tanah Ultisol
a.Diameter 0,5mm
KLrata-rata = (44,42-43,035)/(43,035-32,845) X 100% = 13,59%
b.Diameter 2mm
KLrata-rata = (49,945-48,80)/(48,80-36,275) X 100% = 8,98%

c.Tanah Bongkah
KL rata – rata = = (60,325-59,025)/(59,025-46,405) X 100% = 10,3%
4. Tanah Vertisol
a.Diameter 0,5mm
KLrata-rata = (61,245-59,70)/(43,035-32,845) X 100% = 13,59%
b.Diameter 2mm
KLrata-rata = (53,05-51,54)/(51,54-37,43) X 100% = 10,702%
c.Tanah Bongkah
KL rata – rata = = (64,435-62,795)/(62,795-48,36) X 100% = 11,36%

5.Tanah Alfisol
a.Diameter 0,5mm
KLrata-rata = (46,19-45,275)/(45,275-34,66) X 100% = 8,62%
b.Diameter 2mm
KLrata-rata = (39,12-37,98)/(37,98-25,41) X 100% = 9,07%
c.Tanah Bongkah
KL rata – rata = = (45,11-44,252)/(44,252-36,44) X 100% = 7,23%

 
2 Comments

Posted by on May 11, 2011 in Dasar-dasar Ilmu Tanah

 

2 responses to “Acara 1 : KADAR LENGAS TANAH

  1. hehe

    May 25, 2011 at 2:02 pm

    valid gak mbak??kalo g valid kasian yang pake data ini buat bikin laporan loh….

     
    • arivani potter

      May 26, 2011 at 7:09 am

      insya allah valid kok. Soalnya ini laporan praktikumku sendiri yang udah dikoreksi sama asisten praktikumnya🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: