RSS

ACARA 5: PENGENALAN EKOSISTEM RUMPUT

12 May

I.TUJUAN

1. Mempelajari macam-macam bentuk ekosistem.
2. Mengetahui struktur dan komponen pembentuk ekosistem.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Ekosistem merupakan tingkat organisme yang lebih tinggi daripada komunitas atau merupakan kesatuan dari komunitas dengan lingkungannya dimana terjadi hubungan antar komponen di dalamnya. Di dalam ekosistem setiap spesies mempunyai suatu niche atau relung ekologi yang khas. Setiap spesies juga hidup di tempat dengan faktor-faktor lingkungan yang khas yaitu di suatu habitat tertentu. Sehingga ekosistem seperti halnya dengan komunitas, tidak mempunyai batas-batas ruang dan waktu (Odum, 1971).
Suatu ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Organisme dalam elemen biotik terdiri dari banyak atau sedikit jumlah spesiesnya yang diwakilioleh sejumlah individu. Kedua ukuran jumlah suatu spesies dan frekuensi relatif dari hal tersebut telah digunakan untuk mengkarakteristikkan ekosistem sejak ilmu tentang ekologi dimulai (Remmert, 2004).
Konsep ekosistem menyangkut semua hubungan dalam suatu komunitas dan di samping itu juga semua hubungan antara komunitas dan lingkungan abiotiknya. Di dalam ekosistem setiap spesies mempunyai suatu niche ekologi, yaitu setiap spesies mempunyai cara hidup yang khas (Soemarwoto, 1982).
Ekosistem disebut juga sebagai hubungan timbal balik antara organisme hidup dengan lingkungannya yang membentuk suatu sistem ekologi. Antara organisme dengan lingkungannya tidak dapat dipisahkan, karena merupakan kesatuan yang sangat erat hubungannya dan selalu terjadi interaksi diantara satu dengan yang lainnya. Di alam selalu mengandung organisme dan komponen-komponen tidak hidup yang saling mengalami satu dengan yang lainnya untuk menghasilkan suatu perubahan materi yang merupakan suatu bentuk ekosistem (Fahn, 2005).
Dalam suatu ekosistem terdapat beberapa unsur penyusun ekosistem yang berupa unsur biotik dan abiotik. Unsur biotik masih terbagi lagi menjadi dua macam, yaitu organaisme autotrof dan heterotrof. Yang dimaksud dengan organisme autotrof adalah organisme yang mampu membuat/mensintesis makanannya sendiri, contohnya adalah tanaman. Sedangkan organisme heterotrof adalah organisme yang tidak mampu membuat/mensintesis makanannya, contohnya adalah hewan. Unsur abiotik adalah faktor utama dalam ekosistem setelah unsur biotik karena unsur abiotik ini bertugas menciptakan keadaan yang diperlukan oleh makhluk hidup seperti cahaya, suhu, topografi, dan lain sebagainya (Anonim, 2007).
Lingkungan biotik disusun oleh organisme sejenis yang disebut populasi, yang saling berinteraksi dengan populasi lain sebagai komunitas dan berinteraksi dengan lingkungan abiotik membentuk ekosistem. Sedangkan tempat hidup organisme disebut habitat (Clapham, 1973).
Pengurai merupakan organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik komplek). Organisme pengurai tersebut akan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan lagi oleh produsen. Yang termasuk pengurai adalah bakteri, jamur, dan lain-lain (Warsito dan Setyawan, 2004).
Secara garis besar, ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem darat adalah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya, ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu (1) bioma gurun, (2) bioma padang rumput, (3) bioma hutan basah, (4) bioma hutan gugur, (5) bioma taiga, dan (6) bioma tundra. Bioma padang rumput terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun taidak teratur. Porositas (peresapan air tinggi) dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kanguru, serangga, tikus, dan ular (Anonim, 2008).

III. METODOLOGI

Praktikum Dasar-dasar Ekologi acara 5 yang berjudul Pengenalan Ekosistem Rumput ini dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2011 di desa Mesan, RT 14 RW 31, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah kamera. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah semua spesies penyusun ekosistem rumput, unsur-unsur abiotik dan unsur-unsur biotik.
Adapun cara kerja dalam pengenalan ekosistem rumput ini langsung dilakukan di lapangan. Tumbuhan yang ada dalam ekosistem rumput diamati dan diidentifikasi masing-masing spesies tumbuhan tersebut. Hewan yang dapat ditemukan dalam ekosistem rumput juga diamati. Masing-masing komponen baik biotik maupun abiotik pembentuk ekosistem rumput disebutkan dan dijelaskan. Kemudian digambar kembali komponen biotik yang ditemukan. Setelah itu, bagan arus energi dan daur materi dalam ekosistem rumput juga digambar.

IV.HASIL PENGAMATAN

A. Bagan daur materi dan arus energi

Matahari

Produsen Konsumen I Konsumen II Konsumen III
Rumput Belalang Burung Ular

Unsur-unsur Sampah organik
(tumbuhan & hewan mati)

Mineralisasi Dekomposer

Keterangan : daur materi
arus energi

B. Komponen Abiotik dan Biotik

Komponen Biotik Komponen Abiotik
Rumput, eceng gondok, belalang, cacing, semut, lebah, dll. Air, udara, kelembapan, cahaya, suhu, pH, dll.

C. Komponen Autotrof dan Heterotrof

Komponen Autotrof Komponen Heterotrof
Rumput dan tumbuh-tumbuhan hijau lainnya. Manusia, jamur, mikroba, hewan.

V. PEMBAHASAN

Konsep komunitas adalah suatu prinsip ekologi penting yang menekankan keteraturan yang ada dalam keragaman organisme yang hidup dalam habitat apapun. Pekarangan merupakan suatu ekosistem yang secara keseluruhan dibentuk oleh komponen-komponen yang tampak maupun yang tidak tampak baik yang organik maupun anorganik. Komponen itu masing-masing melakukan interaksi (adanya hubungan saling mempengaruhi yang dinamik antar komponen biotik dan antara komponen biotik dengan komponen abiotik) membentuk suatu komunitas yang masing-masing berinteraksi timbal balik dan menunjukan sifat saling ketergantungan antara komponen yang satu dengan komponen yang lain.
Sifat saling ketergantungan tersebut saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Dalam ekosistem ada yang disebut sebagai produsen, konsumen, pengurai, dan lingkungan fisik maupun komponen organik yang menghuni suatu ekosistem. Beberapa hal tersebut membentuk suatu rantai makanan yang didalamnya terjadi arus atau aliran energi dan daur materi. Daur materi adalah perputaran substansi atau materi melalui peristiwa makan dan dimakan. Sedangkan arus energi adalah perpindahan atau transfer tenaga yang dimulai dari sinar matahari melalui organisme-organisme dalam ekosistem melalui peristiwa makan dan dimakan.
Semua ekosistem baik alami maupun buatan memiliki fungsi transfer energi dan memelihara daur biokomia. Studi mengenal ekosistem mencangkup sirkulasi, transformasi, dan akumulasi energi atau melalui suatu stadium makhluk hidup dan aktivitasnya. Ketiga aliran tersebut dapat diukur, karena tidak hanya status dan lingkungannya saja yang dapat dijelaskan tapi tanggapan ekologisnya terhadap ganguan atau perkiraan juga diperkirakan.
Dalam suatu jaring-jaring kehidupan terjadi suatu daur materi dan arus energi, yang dimulai dari matahari sebagai sumber energi utama. Energi yang dipancarkan matahari akan ditangkap oleh tumbuhan hijau (pada prinsipnya, energi ditangkap oleh organisme yang berklorofil) dan oleh tumbuhan hijau akan dipergunakan untuk mengubah senyawa organik (CO2 dan H2O) menjadi senyawa lain berupa oksigen, glukosa, dan energi. Dalam suatu struktur tropik organisme yang demikian disebut autotrofik.
Ekosistem rumput yaitu ekosistem yang terdiri dari rumput secara luas dengan hewan-hewan pemakan rumput dan hewan-hewan pemangsa lain serta dekomposer. Ekosistem ini terbentuk pada daerah tropik maupun subtropik. Awal terbentuknya adalah kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan rumput secara luas. Kemudian menarik hewan-hewan pemakan rumput dan kelompok hewan ini pun tinggal di sana. Serta menarik hewan pemangsa untuk datang dan berburu di lingkungan itu. Selain itu dalam ekosistem rumput, komponen biotik dan abiotik juga sangat berperan dalam perkembangan ekosistem ini. Serta ekosistem ini memiliki komponen autotrof dan heterotrof yang tak kalah penting peranannya dalam perkembangan ekosistemnya.
Pada dasarnya, setiap ekosistem selalu rentan terhadap perubahan. Hal tersebut terjadi karena setiap tindakan yang dilakukan terhadap salah satu komponen ekosistem (baik biotik maupun abiotik) akan berpengaruh pada komponen ekosistem lainnya. Itulah yang membuat terjadinya perubahan kinerja dalam ekosistem tersebut. Hal tersebut berlaku pula kepada ekosistem rumput. Kedinamisan ekosistem rumput terjadi karena hubungan antara satu komponen dengan yang lain tidak statis, tetapi senantiasa mengalami perubahan dan sangat variatif. Perubahan tersebut dapat terjadi karena pengaruh kondisi lingkungan ekosistem tersebut, baik iklim, cuaca, serta pengaruh perubahan salinitas dan distribusi air.
Komponen-komponen biotik memiliki peranan yang cukup penting karena segala aktifitas hidup dilakukan oleh mereka. Sehingga, eksistensi sebuah ekosistem rumput akan selalu ditentukan oleh eksistensi komponen biotik tersebut. Komponen biotik pada ekosistem rumput merupakan makhluk hidup/organisme penyusun ekosistem rumput. Organisme tersebut antara lain rumput, eceng gondok, belalang, cacing, semut, lebah, dll.
Dalam pengamatan yang dilakukan di desa Mesan, RT 14 RW 31, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, komponen biotik di dalam ekosistem rumput tersebut meliputi:
1. Produsen
• Merupakan organisme penghasil senyawa organik dan autotrof. rumput merupakan produsen yang terdapat di dalam ekosistem rumput.
2. Konsumen
• Merupakan kelompok organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof). Konsumen terdiri atas beberapa tingkat sesuai makanannya. Konsumen pada ekosistem rumput ini ada 3 yaitu belalang (konsumen tingkat I), burung (konsumen tingkat II), dan ular sebagai konsumen tingkat III.
3. Pengurai (dekomposer)
• Merupakan mikroorganisme atau organisme yang menguraikan senyawa organik menjadi senyawa anorganik yang kemudian dapat digunakan kembali oleh produsen. Pada ekosistem rumput yang berfungsi sebagai pengurai adalah mikroba yang ada di dalam tanah.

Komponen abiotik merupakan kondisi fisiologi maupun kemikologi yang ada di lingkungan sebagai penunjang kehidupan makhluk hidup di dalamnya. Komponen abiotik pada ekosistem rumput antara lain cahaya matahari, udara, suhu, kelembapan, dll. Pembahasan dilanjutkan dengan mekanisme arus energi dan daur materi yang terjadi di dalam ekosistem rumput tersebut. Bermula dari produsen yaitu rumput. Rumput di sini berperan menangkap dan mengikat energi yang didapat dari matahari berupa sinar. Dengan kandungan klorofil yang terdapat di dalaamnya, rumput melakukan fotosintesis untuk mensintesis senyawa organik. Produsen jumlahnya sangatlah banyak. Kemudian beralih kepada konsumen. Konsumen merupakan kelompok organisme yang heterotrof, yaitu tidak dapat mensintesis makanannya sendiri. Maka dari itu mereka mendapatkan makannnya dengan cara memakan organisme lain. Bermula dari konsumen tingkat pertama. Konsumen tingkat ini biasanya berkembang biak dengan cepat sehingga populasinya sangat banyak, namun tidak lebih banyak dari produsen. Konsumen tingkat pertama ini biasanya merupakan herbivora (pemakan tumbuhan) atau omnivora (pemakan segala) karena mendapatkan makanannya dengan memakan produsen. Dalam ekosistem rumput ini, konsumen pertamanya adalah belalang.
Berlanjut kepada konsumen tingkat kedua, ketiga dan seterusnya. Konsumen ini juga merupakan organisme heterotrof. Namun bedanya, organisme di sini adalah golongan karnivora (pemakan daging/hewan) dan omnivora. Populasi yang mereka miliki lebih kecil daripada hewan herbivora (konsumen tingkat 1) karena kemampuan berkembangbiaknya rendah. Dalam ekosistem rumput ini, konsumen tingkat kedua ditempati oleh burung dan konsumen tingkat ketiga ditempati oleh ular. Maka apabila disusun, jumlah popolasi dalam sebuah ekosistem akan berbentuk seperti piramida terbalik. Produsen menempati tempat teratas dengan populasi terbanyak, lalu konsumen tingkat akhir menduduki peringkat paling buncit dengan populasi paling sedikit. Demikian terjadi karena produsen ataupun sumber makanan yang berada 1 tingkat diatas konsumen, harus mampu memenuhi semua kebutuhan makanan dan energi konsumen tersebut. Maka dari itu, jumlah populasi produsen atau sumber makanan di atasnya tidak boleh kurang dari jumlah populasi konsumen di bawahnya. Supaya tidak terjadi kekurangan pangan di dalam ekosistem tersebut.
Kemudian dilanjutkan dengan pengurai yang sangat berperan dalam ekosistem rumput adalah mikroba yang ada di dalam tanah. Perannya tidak hanya menguraikan jasad konsumen, tetapi juga dapat menguraikan produsen yang mati serta penyedia unsur hara bagi produsen.
Maka dari itu, di dalam ekosistem rumput ini, interaksinya dapat disusun menjadi suatu rantai makanan. Rantai makanan adalah suatu proses perpindahan energi dan materi melalui mekanisme makan-memakan dengan urut-urutan tertentu. Tiap tingkat dalam rantai makanan disebut tingkat trofi. Rantai makanan dapat membentuk suatu jaring-jaring makanan. Rantai makanan juga dapat disebut sebagai daur materi. Rantai makanan yang terjadi dalam ekosistem kolam adalah:
rumput→belalang→burung→ular→mikroba tanah (dekomposer)

Di dalam ekosistem rumput juga terjadi arus energi. Arus energi dari suatu ekosistem baik secara langsung maupun tidak langsung berasal dari cahaya matahari. Kemudian oleh tanaman diubah menjadi energi kimia dalam bentuk senyawa organik melalui proses fotosintesis. Sebagian energi tersebut berpindah kepada konsumen primer dalam bentuk makanan dan selanjutnya berpindah lagi kepada konsumen sekunder, kemudian ke pengurai dan seterusnya. Energi utama dari ekosistem kolam berasal dari sinar matahari yang ditangkap oleh produsen yang diteruskan ke konsumen-konsumen berikutnya sampai ke pengurai. Arus energi yang terjadi dalam ekosistem kolam adalah:
matahari → rumput→belalang→burung→ular→mikroba tanah (dekomposer)

Daur materi merupakan siklus perubahan dan perpindahan materi yang terjadi dalam suatu rantai makanan. Sumber materi utama adalah planet bumi. Materi (H2O / air dan CO2 / karbondioksida) yang diserap oleh tumbuhan akan diubah menjadi karbohidrat melalui proses fotosintesis yang terjadi di daun dengan bantuan klorofil dan energi dari matahari. Secara berturut- turut materi tersebut akan berpindah dari produsen ke konsumen satu, dua, dan seterusnya dan akhirnya melalui proses pembusukan oleh mikroba akan terbentuk bahan-bahan mineral yang akan kembali ke bumi dan kembali dimanfaatkan oleh produsen. Selanjutnya akan memasuki tubuh organisme lain.
Berbeda dengan arus energi, daur materi memiliki siklus. Sehingga, apabila semuanya bersumber dari produsen (rumput), semua juga akan kembali lagi ke pada produsen (rumput). Sumber materi primer adalah planet bumi ini. Setelah diserap tumbuhan, materi (air dan CO2) akan diubah menjadi karbohidrat. Secara berturut-turut zat tersebut akan berpindah dari tubuh organisme satu ke organisme lain, maka suatu ketika akan kembali ke bumi sehingga dapat dimanfaatkan kembali oleh tumbuhan.
Dalam praktikum ini sangat membantu praktikan untuk mengetahui betapa besarnya peran tiap komponen ekosistem dalam menyusun aliran energi, daur materi, dan rantai makanan serta jaring-jaring makanan sebagai suatu keutuhan yang seimbang.

V. KESIMPULAN
1. Komponen pembentuk ekosistem rumput terdiri atas komponen abiotik dan komponen biotik.
2. Komponen abiotik terdiri atas sinar matahari, air, tanah, udara, kelembapan, pH, dll. Sedangkan komponen biotik terdiri atas produsen yaitu rumput, belalang (konsumen I), burung (konsumen II), ular (konsumen III).
3. Daur materi bersifat siklus yaitu dimulai dari produsen kemudian pindah ketubuh organisme konsumen akan kembali lagi ke produsen dan terus berulang.
4. Aliran energi dimulai dari energi matahari kemudian masuk ke produsen dan seterusnya berhenti sampai ke pengurai.
5. Interaksi dalam ekosistem menyebabkan terjadinya aliran energi dan daur materi serta rantai makanan maupun jaring-jaring makanan.
6. Ekosistem rumput yaitu ekosistem yang terdiri dari rumput secara luas dengan hewan-hewan pemakan rumput dan hewan-hewan pemangsa lain serta dekomposer. Ekosistem ini terbentuk pada daerah tropik maupun subtropik. Awal terbentuknya adalah kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan rumput secara luas.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. Ecosystem. . Diakses pada tanggal 7 April 2011.

Anonim. 2008. Macam-macam Ekosistem. . Diakses pada tanggal 7 April 2011.

Clapham, W.B. 1973. Natural Ecosystem. Mac Millan Publishing Inc, New York.

Fahn, A. 2005. Plant environment and ecosystem. Journal Agronomy 7: 40-59.

Odum, E.P. 1971. Fundamental of Ecology. Reinhart and Whasington, New York.

Remmert, H. 2004. Agriculture of ecology. Journal Agronomy 82: 160-164.

Soemarwoto, I. 1982. Biologi Umum (edisi ke-1). Gramedia, Jakarta.

Warsito dan Setyawan. 2004. Komposisi tanah yang telah lama disewakan di daerah Tugumolyo, Sumatera Selatan. Jurnal Tanah Tropika 8: 131-138.

 
Leave a comment

Posted by on May 12, 2011 in Dasar-dasar Ekologi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: